Tak Hanya Sajikan Makanan Bergizi, SPPG Sukowono Juga Peduli Pengelolaan Limbah
Mumbai
Ahmedabad
BONDOWOSO, MataVisi.id – Tak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukowono, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, juga menaruh perhatian terhadap pengelolaan limbah dapur.
Sejak awal beroperasi, SPPG Sukowono telah menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Induk Paguan Berseri di Kelurahan Badean untuk menangani sampah yang dihasilkan dari aktivitas dapur. Langkah ini dilakukan agar limbah tidak sekadar dibuang, tetapi dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali sesuai jenisnya.
Kepala SPPG Sukowono, Afthon Ilman Mubarok, mengatakan bahwa keterlibatan bank sampah menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan limbah dapur secara lebih terarah. Kerja sama tersebut juga telah dituangkan dalam nota kesepahaman atau *memorandum of understanding* (MoU).
Menurut Afthon, pengelolaan sampah membutuhkan dukungan pihak ketiga yang memiliki kapasitas dalam penanganan dan pemanfaatan limbah. Karena itu, SPPG Sukowono menjalin kemitraan dengan Bank Sampah Paguan Berseri yang berada dalam pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso.
“Bank sampah ini merupakan pihak ketiga yang diawasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso. Kami tidak bisa melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, sehingga perlu bekerja sama dengan pihak yang menangani sampah,” kata Afthon.
Ia menjelaskan, penanganan limbah diawali dengan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Sampah kering dan sampah basah dipisahkan agar proses pengelolaan selanjutnya dapat berjalan lebih teratur.
Sampah dari aktivitas operasional dapur, termasuk limbah yang berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD), juga menjadi perhatian dalam penanganan sesuai karakteristik masing-masing.
Afthon menyebutkan, sampah organik merupakan jenis limbah yang paling banyak dihasilkan dari aktivitas dapur SPPG Sukowono. Limbah tersebut terutama berasal dari proses pengolahan bahan makanan dan kegiatan produksi menu bagi penerima manfaat program MBG.
Untuk mencegah penumpukan, petugas Bank Sampah Paguan Berseri melakukan pengambilan sampah dari dapur setiap hari. Pengambilan secara rutin ini sekaligus mendukung pemilahan sampah sejak dari sumbernya, sehingga limbah yang masih berpotensi dimanfaatkan dapat ditangani sesuai peruntukannya.
Salah satu pemanfaatan limbah organik tersebut adalah sebagai bahan pakan maggot. Selain itu, sebagian sampah organik juga dapat diolah menjadi *eco enzyme* melalui proses fermentasi bahan organik tertentu.
Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi jumlah sampah yang berakhir tanpa pengolahan. Di sisi lain, pemilahan dan pengambilan secara rutin membantu menjaga kebersihan lingkungan dapur yang menjadi tempat produksi makanan.
Afthon menegaskan, kerja sama dengan bank sampah telah menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan SPPG Sukowono sejak awal operasional.
“Kita berupaya menjaga agar kegiatan produksi makanan tidak hanya memperhatikan penyediaan makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga penanganan limbah yang dihasilkan,” ucapnya.
Melalui kerja sama tersebut, SPPG Sukowono berupaya menerapkan pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan. Pemilahan dari sumber, pengambilan secara rutin, serta pemanfaatan limbah organik diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih di sekitar dapur MBG.