Meneladani Jejak Rasul dalam Mendidik Anak, KB Nurul Huda Tekankan Peran Orang Tua Bentuk Akhlakul Karimah
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso,(MataVisi.id)– Pendidikan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan peran besar keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan akhlak. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Parenting KB Nurul Huda yang digelar di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso.
Mengusung tema “Parenting dalam rangka Meneladani Jejak Nabi Besar Muhammad SAW”, kegiatan tersebut dihadiri dewan guru KB Nurul Huda, para wali murid, serta tokoh masyarakat setempat. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya acara yang bertujuan memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik generasi penerus.
Pendiri sekaligus Pengasuh dan Penasehat KB Nurul Huda, H. Rahbini, S.H.I., memberikan tausyiah yang sarat pesan pendidikan karakter kepada para wali murid. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama dalam membentuk akhlakul karimah anak.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini lebih banyak berlangsung di rumah dibandingkan di sekolah. Karena itu, orang tua memiliki peran sentral dalam membangun kebiasaan dan karakter anak.
“Dunia anak usia dini itu lebih banyak berada di keluarga. Di sekolah hanya sekitar dua jam, sedangkan selebihnya bersama orang tua di rumah. Maka yang pertama harus mengubah kebiasaan yang kurang baik menjadi baik adalah orang tua,” ujarnya.
Rahbini mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh hanya membenarkan sesuatu karena sudah menjadi kebiasaan. Sebaliknya, orang tua perlu membiasakan hal-hal yang benar agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka.
Ia juga menegaskan bahwa membentuk akhlakul karimah membutuhkan tiga hal penting, yakni pembiasaan yang baik, keteladanan, dan ilmu. Selain itu, setiap orang tua juga harus senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya.
“Perubahan karakter tidak hanya ditujukan kepada anak didik, tetapi juga kepada orang tua sebagai pendidik utama. Anak-anak akan banyak belajar dari apa yang mereka lihat di rumah,” katanya.
Dalam tausyiahnya, Rahbini mengajak para wali murid untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, akhlak agung Nabi Muhammad SAW merupakan contoh sempurna yang patut ditiru oleh setiap muslim.
Kejujuran, ketulusan, serta keselarasan antara ucapan dan perbuatan menjadi nilai-nilai yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak. Ia menilai perbaikan akhlak sejatinya harus dimulai dari hati. Karena semuanya berfokos di hati, kalau hatinya baik maka karakternya akn baik, individunya jg baik, rmh tanngganya baik, keluarganya baik semua akan mjd baik sampai Negaranyapun akan mjd baik pula krn bpk² pendiri negara ini, mendirikan Negara Indonesia Ini dibangun diatas nilai moral dan spritual. Bukan semata² diatas materi, jiwanya dulu bangun baru raganya.
“Kalau hati sudah baik, maka akhlaknya akan baik. Tetapi kalau hatinya belum baik, sering kali kebaikan yang tampak hanya menjadi kepura-puraan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan parenting tersebut, KB Nurul Huda berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan keluarga dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter Islami yang kuat.(wan)