PG Pradjekan dan Disperta Kucurkan 90 Juta Mata Tunas, 1.500 Hektare Tebu Dikembangkan
Mumbai
Ahmedabad
BONDOWOSO, MataVisi.id – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan tebu di Kabupaten Bondowoso terus diperkuat melalui kolaborasi PG Pradjekan dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta). Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan benih untuk mendukung penanaman tebu di lahan petani.
Melalui program distribusi benih atau *dropping*, bantuan dialokasikan untuk lahan seluas 1.500 hektare. Dengan kebutuhan sekitar 60.000 mata tunas per hektare, total benih yang disiapkan mencapai 90 juta mata tunas.
Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari, menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam program tersebut. Di desa ini, lahan seluas sekitar 1,5 hektare mendapatkan alokasi 90.000 mata tunas untuk menunjang pengembangan tanaman tebu.
Dukungan benih diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan bibit sekaligus mendorong optimalisasi lahan perkebunan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi tebu sebagai bahan baku industri gula.
Namun, peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada ketersediaan benih. Penerapan teknik budidaya yang tepat juga menjadi faktor penting, mulai dari pemilihan bibit berkualitas, pengaturan jarak tanam, hingga perawatan tanaman secara berkala.
Petani juga didorong melakukan pembumbunan dan klentek, yakni membuang daun tebu yang sudah tua atau mengering. Perawatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan tanaman agar dapat berkembang secara optimal.
Selain perawatan, PG Pradjekan turut mendorong percepatan program *bongkar ratoon*. Program ini merupakan peremajaan tanaman tebu yang telah mengalami panen berulang melalui sistem keprasan. Dengan peremajaan tersebut, produktivitas lahan diharapkan meningkat dan pasokan tebu untuk kebutuhan penggilingan tetap terjaga.
Aspek kualitas hasil panen juga menjadi perhatian melalui penerapan prinsip MBS, yaitu Manis, Bersih, dan Segar. Prinsip ini perlu diperhatikan sejak proses budidaya hingga tahapan tebang, muat, dan angkut ke pabrik gula.
Kepala Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Siswanto Bintoro, menyambut baik dukungan terhadap pengembangan perkebunan tebu di wilayahnya. Ia berharap sinergi antara pemerintah, PG Pradjekan, Disperta, dan petani dapat terus berjalan sehingga potensi perkebunan desa semakin berkembang.
“Program ini diharapkan bisa menambah semangat petani untuk mengembangkan tanaman tebu. Kami berharap kerja sama semua pihak terus terjaga agar budidaya tebu semakin baik dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Manfaat penyediaan benih tersebut juga dirasakan petani penerima bantuan. Suryadi, salah satu petani tebu di Desa Tumpeng, mengatakan ketersediaan bibit sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan penanaman.
“Adanya bantuan benih ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan tanam. Kami berharap benih yang ditanam bisa tumbuh dengan baik sehingga hasil panen nantinya lebih maksimal,” kata Suryadi.
Ia berharap dukungan tersebut juga diikuti pendampingan selama proses budidaya, terutama terkait teknik penanaman dan perawatan tanaman. Dengan begitu, petani memiliki bekal yang lebih baik untuk mengoptimalkan lahan yang dikelola.
“Kami berharap pendampingan tetap dilakukan sampai masa panen. Dengan arahan yang tepat, petani bisa merawat tanaman dengan lebih baik dan memiliki peluang memperoleh hasil yang meningkat,” tambahnya.
Kolaborasi PG Pradjekan, Disperta, pemerintah desa, dan petani diharapkan menjadi penggerak pengembangan perkebunan tebu di Bondowoso. Melalui ketersediaan benih, perawatan yang tepat, serta peremajaan tanaman, produktivitas lahan diharapkan semakin baik sekaligus mendukung pemenuhan bahan baku bagi industri gula.