Jaga Keamanan MBG, SPPG Sukowono Pujer Simpan Sampel Makanan Selama 72 Jam
Mumbai
Ahmedabad
BONDOWOSO, MataVisi.id – Upaya menjaga keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dilakukan melalui proses pengolahan dan pendistribusian. SPPG Sukowono, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, juga menerapkan prosedur penyimpanan sampel makanan selama tiga kali 24 jam atau 72 jam untuk mempermudah penelusuran apabila muncul dugaan keracunan.
Ahli Gizi SPPG Sukowono, Marissa Aridya Pasha, menjelaskan bahwa penyimpanan sampel makanan menjadi salah satu langkah penting dalam pengawasan keamanan pangan. Dua sampel makanan disimpan dengan pembagian satu sampel di lemari pendingin atau *chiller* dan satu sampel lainnya di dalam *freezer*.
Menurut Marissa, penyimpanan sampel tersebut membantu menyediakan bahan pemeriksaan apabila sewaktu-waktu muncul dugaan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi makanan MBG. Dengan adanya sampel yang tersimpan, proses penelusuran dapat dilakukan lebih lanjut melalui pemeriksaan laboratorium.
Ia menambahkan, pemeriksaan laboratorium dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan adanya bakteri atau kontaminasi pada makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Karena itu, penyimpanan sampel menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam mendukung pengawasan keamanan pangan.
Prosedur tersebut mengacu pada instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya masalah keamanan makanan. Sampel disimpan secara rutin dengan masa penyimpanan selama 72 jam agar tetap tersedia apabila diperlukan untuk pemeriksaan.
Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memastikan aspek keamanan makanan mendapat perhatian.
Melalui penerapan prosedur penyimpanan sampel, SPPG Sukowono, Kecamatan Pujer, berupaya mendukung pelaksanaan program MBG dengan memperhatikan kualitas dan keamanan makanan bagi seluruh penerima manfaat.(wan)