ZoyaPatel

Maulid Nabi di PR 88 Tamanan, Tradisi Keluarga yang Terus Dijaga

Mumbai


BONDOWOSO, MataVisi.id — Ribuan jamaah memadati kawasan PR 88 Tamanan, Bondowoso, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyayikh Tahun 1448 Hijriah. Lantunan shalawat yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir bin Abdurrahman Assegaf menggema di tengah kerumunan, membawa jamaah larut dalam suasana penuh kekhidmatan.

Kegiatan tersebut dihadiri KH. A. Fuad Nur Hasan, Habib Muhammad Alhabsyi, serta sejumlah ulama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, pengurus organisasi keagamaan, dan para pecinta serta perindu Nabi Muhammad SAW.

Bagi keluarga besar PR 88, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan yang digelar setiap tahun. Majelis shalawat dan Haul Masyayikh telah menjadi bagian dari tradisi keluarga yang terus dijaga dan diwariskan.

Mewakili keluarga besar PR 88, KH Muhammad Hasyim Husnan yang juga Pengasuh Ponpes Nurus Salam, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas dari sekadar program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Alhamdulillah pada malam hari ini kita bisa berkumpul di majelis yang insyaallah mubarakah ini dalam rangka bershalawat bersama, dalam rangka memperingati Maulid Kanjeng Nabi bersama Habib Syech,” kata KH Hasyim Husnan.

Ia menegaskan, kegiatan keagamaan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PR 88.

“Ini bukan sekadar acara CSR-nya PR 88, tetapi acara keagamaan bagi PR 88. Itu adalah satu kesatuan,” tegasnya.

Menurut KH Hasyim, tradisi tersebut memiliki akar sejarah yang kuat dalam keluarga. Haji Sarkowi, kakek H. Rahmat selaku pemilik PR 88, tidak hanya dikenal sebagai perintis usaha tembakau, tetapi juga turut mendirikan madrasah dan pesantren yang hingga kini masih berdiri di belakang lokasi kegiatan.

Jejak tersebut kemudian terus dilanjutkan melalui kegiatan keagamaan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana shalawat, doa dan silaturahmi.

Di tengah suasana itu, kehadiran Habib Syech menjadi perhatian utama ribuan jamaah. Shalawat yang dilantunkannya diikuti secara serentak, membuat kawasan PR 88 Tamanan dipenuhi suara pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Habib Syech mengajak jamaah memaknai pertemuan tersebut bukan hanya sebagai kegiatan berkumpul, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mencari keridhaan Allah SWT, menuntut ilmu dan bertemu dengan orang-orang saleh.

“Malam ini kita berkumpul mencari keridhaan Allah SWT untuk menuntut ilmu dan bertatap muka dengan orang-orang saleh. Semoga dikabulkan dengan berkah sholawat yang kita lantunkan bersama,” tutur Habib Syech.

Ia juga menyampaikan doa khusus bagi keluarga besar PR 88 Tamanan sebagai tuan rumah. Habib Syech berharap seluruh hajat yang dipanjatkan dapat dikabulkan dan segala urusan diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

“Saya hadir ke Kabupaten Bondowoso memang khusus bersholawatan di PR 88 ini, bukan yang lain,” katanya.

Menurut Habib Syech, kegiatan sholawatan dan Haul Masyayikh yang rutin digelar PR 88 Tamanan patut terus dipertahankan. Ia berharap majelis tersebut tetap menjadi ruang bagi masyarakat untuk bershalawat, menuntut ilmu dan mendapatkan keberkahan.

“Semoga hadirin di sini mendapatkan barokahnya yang memang setiap tahun menggelar acara sholawatan dan haul masyayikh,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso melalui Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menyampaikan bahwa Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan kelahiran beliau. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran dan kepedulian kepada sesama perlu diwujudkan dalam kehidupan.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat kegiatan yang mempertemukan ribuan jamaah dalam satu majelis. Selain memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, Haul Masyayikh juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan sesepuh yang telah mendahului.

Direktur Operasional PR 88, Muhammad Rafi Rahmatullah, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat agar membiasakan membaca shalawat dalam kehidupan sehari-hari.

“Intinya kita ingin menyuarakan untuk kita semua bershalawat bersama dan selalu ingat kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia berharap shalawat tidak hanya menggema ketika kegiatan Maulid Nabi berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat kapan pun dan di mana pun.

“Untuk masyarakat, biar selalu membaca shalawat, apa pun itu, di mana pun itu, selalu membaca shalawat,” katanya.

Rafi menyebut kegiatan sholawatan dan Haul Masyayikh di PR 88 telah berlangsung kurang lebih enam tahun. Tradisi tersebut diharapkan terus berlanjut dan kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya.

“Insya Allah setiap tahun. Kita sudah melaksanakan ini kurang lebih enam tahun. Insya Allah tahun depan juga akan dilaksanakan kembali,” tuturnya.

Malam itu, ribuan jamaah tidak hanya berkumpul untuk melantunkan shalawat. Mereka juga menjadi bagian dari sebuah tradisi yang telah tumbuh dalam keluarga besar PR 88 dan terus dibuka untuk masyarakat luas.

Dari majelis tersebut, sejarah keluarga, penghormatan kepada ulama, kecintaan kepada Rasulullah SAW dan semangat bershalawat bertemu dalam satu ruang. Tradisi yang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Wan) 
Ahmedabad