ZoyaPatel

Festival Maulid Curahdami Satukan Tradisi, Budaya, dan UMKM dalam Satu Perayaan Meriah

Mumbai

Bondowoso,(MataVisi.id)– Gemerlap cahaya lampion, alunan musik patrol, hingga pertunjukan seni budaya menyatu dalam kemeriahan Festival Maulid Curahdami 1448 H/2026 M yang berlangsung di Desa Jetis, Jumat (4/9/2026). Festival yang melibatkan seluruh desa di Kecamatan Curahdami ini menjadi ajang silaturahmi masyarakat sekaligus wadah menampilkan kekayaan budaya dan potensi lokal.

Kemeriahan festival diawali dengan Pawai Lampion dan Musik Patrol Kerinduan yang diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai lembaga di Kecamatan Curahdami. Ratusan peserta berjalan menyusuri rute pawai dengan membawa lampion beraneka bentuk dan warna, menciptakan panorama yang memikat perhatian masyarakat yang memadati sepanjang jalan.

Suasana semakin semarak saat rombongan peserta tiba di Lapangan Desa Jetis. Ribuan pasang mata tertuju pada panggung utama yang menjadi pusat pelaksanaan Pagelaran Budaya Rakyat Curahdami. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan secara bergantian, mulai dari musik tradisional HIMPAUDI Curahdami, Sekar Tari IGTKI Curahdami, Gayatri Dancer SMA Islam As Syuhada', Komunitas Ngampar Lamak, hingga penampilan dari GAS Bondowoso yang berhasil menghibur masyarakat.

Tak hanya menjadi panggung hiburan, festival tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang dimiliki Curahdami. Setiap penampilan yang disuguhkan mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para penonton yang memenuhi area kegiatan.

Puncak acara berlangsung saat GAS Productions menampilkan pertunjukan rakyat bertajuk “Misteri Gunung Piramid Lereng Argopuro: Sungkan Marang Alam”. Pertunjukan yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dan pesan pelestarian lingkungan itu sukses memukau penonton dengan alur cerita yang kuat serta penampilan para pemain yang atraktif.

Di luar panggung utama, suasana festival tak kalah ramai. Stand-stand desa berjajar menampilkan berbagai potensi unggulan dari masing-masing desa di Kecamatan Curahdami. Mulai dari produk kerajinan, hasil olahan masyarakat, hingga berbagai informasi potensi desa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Kehadiran para pelaku UMKM turut menambah semarak suasana. Beragam kuliner dan produk lokal laris diserbu pengunjung yang memanfaatkan festival sebagai ajang rekreasi sekaligus berbelanja. Selain itu, Klinik Al Fatih juga turut hadir memberikan layanan dan informasi kesehatan kepada masyarakat yang hadir.

Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, S.STP., M.Si., mengatakan Festival Maulid Curahdami menjadi bukti kuatnya kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi dan budaya daerah.

"Yang membanggakan, seluruh desa di Kecamatan Curahdami terlibat dalam kegiatan ini. Tidak hanya menampilkan kesenian dan budaya, tetapi juga memperkenalkan berbagai potensi desa melalui stand yang telah disiapkan. Ini menunjukkan semangat kolaborasi dan gotong royong yang luar biasa," ujarnya.

Menurut Guruh, Festival Maulid Curahdami bukan hanya menjadi sarana memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, melainkan juga menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan para pelaku UMKM.

"Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan dan budaya, festival ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM untuk berkembang dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jetis, Saibudin Hakim, mengaku bangga atas antusiasme masyarakat yang begitu besar selama pelaksanaan festival. Sebagai tuan rumah, pihaknya bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

"Festival ini menjadi bukti bahwa kebersamaan masyarakat Curahdami masih sangat kuat. Kehadiran seluruh desa, para pelaku seni, UMKM, dan masyarakat menunjukkan semangat persaudaraan yang patut kita jaga bersama," katanya.

Melalui Festival Maulid Curahdami, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjelma menjadi perayaan rakyat yang menyatukan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu panggung kebersamaan yang meriah dan penuh makna.(wan) 
Ahmedabad